Pemuda Islam, Bergeraklah !

Pemuda Islam, Bergeraklah !

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

(QS Ali Imran ayat 110)

Saya tak bisa menutupi kesedihan dan keperihatinan melihat perlakuan rezim Jokowi terhadap umat Islam. Barangkali, ada yang melihat bahwa perlakuan pemerintah terhadap umat Islam, terutama lewat media baik-baik saja. Tapi, saya memandang, semuanya tidak baik-baik saja. Rezim ini, sesungguhnya sangat brutal memberantas dan menghajar umat Islam, baik dari partai, komunitas, ormas maupun kelompok yang berseberangan dengan mereka. Perlakuan pemerintah terhadap umat Islam tampak begitu zalim.

Untuk menutupi wajah bengisnya, memang rezim ini merangkul sebuah kelompok Islam. Katakanlah sebuah ormas Islam dengan beberapa ormas ikutannya. Saya tak akan menyebut ormas apa. Tapi, semua sudah tahu. Bagaimana kezaliman pemerintah, seperti ungkapan Cak Nun dalam sebuah ceramahnya. Di saat pemerintah dengan Perpu Ormasnya memberantas kelompok Islam tertentu.

Saat ini yang disasar dan dibubarkan baru Hizbut Tahrir Indonesia dan tidak menutup kemungkinan ormas-ormas Islam lainnya juga berpotensi diperlakukan sama. Tapi, di sisi lain, pemerintah begitu memanjakan sebuah ormas. Salah satunya dengan kucuran dana senilai 1,5 triliun kepada mereka. Yang membuat kelompok itu terbukti bungkam dan menutup mata atas kezaliman pemerintah.

Menyikapi kondisi demikian, apakah kita sebagai umat Islam, khususnya pemuda Islam akan tinggal diam? Tidak. Kita harus bergerak. Apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya dengan melaksanakan perintah seperti yang telah Allah sampaikan dalam kutipan ayat yang saya sebutkan di atas. Untuk bisa ikut berkiprah, untuk bisa ikut andil dalam perubahan sosial menuju tatanan yang lebih baik, maka kewajiban mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran harus dilakukan. Ini perintah yang harus kita lakukan. Terlihat sederhana. Tapi berat melakukannya.

Kebaikan apa yang perlu kita serukan? Terutama adalah persatuan Islam. Ya, ditengah kemungkaran yang merajalela, satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan bersatunya umat Islam. Memang dalam perjuangan dan coraknya, umat Islam berbeda-beda pandangan. Tapi, semuanya itu tak perlu dibesar-besarkan, sebab musuh kita sama saat ini, yaitu kezaliman penguasa. Kita harus bersatu padu, satu suara bahwa kesemuanya itu harus dihentikan.

Bagaimana caranya mencegah kemungkaran terus terjadi? Yang paling utama saat ini menghentikan kepura-puraan dan kebohongan serta kebijakan pemerintah yang menindas rakyat, menindas umat Islam. Setidaknya kita harus berani melakukannya. Katakan yang benar walau pahit. Bukan dengan emosi, tapi dengan kritik yang dibarengi dengan argumentasi serta data-data yang memadahi. Kesemuanya itu demi membangun kesadaran umat Islam untuk terus bangkit melawan kesewenang-wenangan. Kalau tetap saja belum bisa dihentikan, setidaknya, membangun kesadaran umat bahwa pemimpin yang kemudian terbukti zalim tidak kembali terpilih pada periode kekuasaan berikutnya.

Tentu saja, kesemuanya itu bukan didasarkan oleh nafsu dan kepentingan politik sesaat saja. Semua itu kita lakukan atas dasar satu. Untuk menjawab anjuran Allah menjadi umat terbaik. Untuk membuktikan predikat kita sebagai orang beriman. Itu prinsip kita dalam bergerak, landasan iman dan hanya untuk mencapai ridhoNya saja kita bergerak. Bukan karena nafsu duniawi atau kepentingan diri sendiri. Kalau prinsip ini kita pegang erat, insyallah, cepat atau lambat kemungkaran akan segera berakhir. Dan umat Islam bisa berseri kembali membangun peradaban yang berkemanusiaan tanpa penindasan . (Yons Achmad. Aktivis Islam. Ketua Perkumpulan Wasathon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *